20 Kata-kata bijak dari Tere Liye tentang kehidupan, inspiratif #1
20 Kata-kata bijak dari Tere Liye tentang kehidupan, inspiratif #1
Source : brilio.net
1. "Hal menyakitkan akan membuat kita semakin dewasa. Kegagalan juga akan membuat kita semakin sabar. Rasa kecewa pun bisa membuat kita semakin memahami. Ketahuilah, batu berlian itu diasah agar berkilau indah. Diamplas, dipermak, panjang sekali proses yang dia lewati."
2. "Kita tidak akan pernah kecewa jika kita selalu mengendalikan harapan. Mau secanggih apa pun orang lain memupuk pesonanya, menimbun perhatiannya, kalau kita sempurna mengendalikan hati, no problem at all."
3. "Tidak ada kehilangan yang paling menyedihkan di dunia ini selain kehilangan kejujuran, harga diri, dan martabat."
4. "Cukup sekali menjelaskan sesuatu. Jika tidak didengarkan, tidak dipahami, maka itu bukan urusan kita lagi. Hindarilah perdebatan. Esok lusa, semoga orang lain akhirnya melihat penjelasan tersebut. Toh, perkara membolak-balik hati itu adalah hak mutlak Tuhan."
5. "Di dunia ini memang banyak: Yang saat dia minta tolong, kita tolong dia dengan sungguh-sungguh, menyisihkan waktu kita. Tapi saat giliran kita minta tolong, dia pura-pura lupa, sibuk, dan sebagainya. Banyak, tapi jangan berkecil hati. Tetap tulus menolong orang lain. Besok-besok akan terlihat siapa yang kualitasnya murni, siapa yang palsu, cuma KW 2 atau malah KW 4."
6. "Hati manusia itu bisa serapuh cermin. Sekali dia hancur lebur, memperbaikinya, menyusunnya kembali agar sama persis seperti sebelumnya adalah pekerjaan nyaris impossible."
7. "Orang yang menyayangi kita, tidak akan pergi meski kita sudah menyuruhnya pergi, berteriak, "tinggalkan aku sendiri." Orang yang menyayangi kita, tidak akan menyerah kepada kita, meski kita sudah bilang menyerah kepadanya."
8. "Jika kita ingin berubah, maka berubahlah karena diri sendiri. Jangan berubah karena orang lain. Besok lusa, orang-orang bisa berubah, kita juga bisa kecewa kepada orang lain."
9. "Rasa bersalah itu tidak menyelesaikan masalah. Apalagi mengubah sesuatu yang telah terjadi. Penyesalan juga tidak mengubah nasib. Apalagi mengubah masa lalu. Mau segunung rasa sesal kita, masa lalu akan tetap begitu. Tapi rasa bersalah dan penyesalan, bisa mengubah masa depan."
10. "Tidak semua orang bisa mengerti apa yang kita lakukan, pilihan yang kita buat, atau keputusan yang kita ambil. Tapi tidak mengapa. Jika kita yakin itu benar, jalani saja dengan yakin, besok lusa akan lebih banyak yang paham."
11. "Segala sesuatu yang baik selalu datang di saat terbaiknya. Persis waktunya, tidak datang lebih cepat maupun lebih lambat. Seperti jodoh, pekerjaan, rezeki, pertolongan, dan sebagainya. Itulah kenapa rasa sabar itu harus disertai keyakinan."
12. "Sayangi rasa sakit yang kita terima, peluk dengan erat. Maka semoga rasa sakitnya berkurang. Sungguh, apa-apa yang kita tidak sukai, boleh jadi itu amat baik bagi kita."
13. "Kalau ada yang menjelek-jelekkan kita, menuduh semaunya secara terbuka, maka tidak perlu dibalas balik, kasih saja "amnesti". Memang sakit rasanya dijelek-jelekkan, bikin marah, pengin balas, tapi itu tidak banyak manfaatnya, malah kontraproduktif. Jauhi saja pelakunya, biar tidak tertular mulut ember. Besok-besok akan terbuka sendiri siapa yang jelek, siapa yang tidak."
14. "Kejujuran itu seperti cermin. Sekali dia retak, pecah, maka jangan harap dia akan pulih seperti sedia kala. Secanggih apapun diperbaiki, tetap tidak sama lagi."
15. "Tidak semua ucapan orang lain itu harus didengarkan. Terlebih jika itu hanya prasangka, kesimpulan, apalagi penilaian sepihak dari orang yang kenal juga tidak dengan kita, apalagi memahami kita. Lebih baik fokus terus memperbaiki diri. Jika mengganggu kita, ambil jalan aman dengan menjaga jarak, atau bila perlu bangun benteng kokoh dari orang-orang ini. Dunia ini akan benar-benar gelap gulita jika semua ucapan orang dimasukkan ke dalam hati."
16. "Jadilah seperti samudra. Orang-orang hanya menatap permukaan, tidak tahu betapa dalam dan mengagumkan isinya. Mulai dari pengetahuannya, perjalanan hidupnya, kota-kota yang pernah dia kunjungi, amal kebajikan, bahkan kekayaan harta benda miliknya tersembunyi rapat. Jadilah seperti samudra. Sepatah pun dia tidak perlu pamer, tapi siapa pun yang menatapnya akan tahu betapa dalam samudera."
17. "Sakit hati itu temporer. Tapi pemahaman, pelajaran yang diperoleh bisa abadi. Rasa bahagia, senang, itu pun temporer. Tapi rasa syukur atas semua hal itu bisa abadi."
18. "Teman baik selalu membicarakan hal yang baik-baik tentang kita di belakang. Teman sejati lebih-lebih lagi dari itu, dia bahkan selalu berusaha meluruskan jika ada orang yang menilai keliru tentang kita. Maka, jelas sekali bukan termasuk teman kita apabila seseorang yang suka bicara menjelek-jelekkan kita di belakang."
19. "Jangan habiskan air mata untuk seseorang yang bahkan tidak tahu kita menangis untuknya. Jangan habiskan waktu memikirkan orang lain yang bahkan satu detik pun tidak balas memikirkan kita."
20. "Hanya orang-orang kuatlah yang bisa melepaskan sesuatu. Meski sakit hati, menangis, marah-marah, sebal sekali, pada akhirnya bisa tulus melepaskan, dia sudah berhasil menaklukkan diri sendiri."
Komentar
Posting Komentar